Partai Pelopor didirikan di Jakarta tanggal 29 Agustus 2002 dengan tujuan antara lain melaksanakan Trisakti yang diucapkan almarhum Bung Karno, yakni kemandirian di bidang politik, ekonomi, serta sosial budaya.
Saat deklarasi Partai Pelopor yang dihadiri mantan Presiden Abdurrahman Wahid, Rachmawati menantang kakaknya, Megawati Soekarnoputri -yang saat itu menjabat presiden- untuk berdialog terbuka.
Dalam perjalanan selanjutnya, setelah Rachmawati terpilih sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), partai itu menghadapi keharusan menggelar suksesi akhirnya terpilih Ketua Umum Partai Pelopor mulai berlaku 1 Mei 2007, dan Sekjen Eko Suryo Sancoyo (sekarang resmi ketua umum-red) ditunjuk sebagai Pelaksana Harian Ketua Umum DPP Partai Pelopor hingga berlangsung Kongres Luar Biasa (KLB), akhir Mei 2007.
Visi Terwujudnya suatu masyarakat yang bercirikan masyarakat adil, makmur dan beradab berdasarkan kesejahteraan dan persaudaraan, dilandasi semangat persatuan dan kesatuan yang bebas dari segala bentuk penindasan, penghisapan, keterbelakangan dan keterkukungan.
Misi Membangun Indonesia kembali dengan mengimplementasikan ABK- Ajaran Bung Karno- dengan strategi TRI SAKTI yaitu:
• Berdaulat di bidang politik
• Berdikari di bidang ekonomi
• Berkepribadian di bidang kebudayaan
|